Rabu, 25 April 2012

Re: [inti-net] Perusahaan Bakrie Ajukan Kredit Rp. 600 Milyar ke Bank Jatim, Untuk Bayar Korban Lumpur Lapindo

 


WARNING : ( Forwarding mail dari SIMPATI MMS )

Surabaya Pagi, Sabtu 24 Maret 2012
Perusahaan Aburizal Bakrie Ajukan Kredit Rp. 600 Milyar ke Bank Jatim
Untuk membayar Korban Lumpur lapindo
(Bakal Muncul Kasus Bank Century ke 2 di Jatim)
http://www.surabayapagi.com/index
php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962c3c5e817dc3dc7f898cbffc35d23f20a
=========================================================
OPINI dan KONKLUSI :

)
* Ini suatu Peringatan yang mendasar dan kemungkinan bisa terjadi /
terutama disaat Tidak adanya
KESATABILAN EKONOMI DIBANYAK NEGARA DI DUNIA ( usa - eu - asia )

* Maksud buruk Ical bisa jelas nampak ( bagaikan Udang di Balik Batu..
, cukup kita singkirkan Batunya , maka akan
nampak ap yg tersembunyi dibelakangnya...)
1) Uang yg sangat besar sejumblah 6OO Milyrd Rp akan dibajarkan
untuk Beaya Korban LEPINDO ( Soal Korban Lepindo Lama tak diurus oleh Ical
- tiba2 sekarang begitu gencar usaha Ical mengajukan
Kredit sebesar itu dari Bank di Jatim.... ). MENGAPA ical sekarang begitu
berusaha untuk
membeayai Korban LEPINDO justru sekarang ini ?: ICAL BUTUH
MEMBELI SUARA untuk PEMULU PRESIDEN di thn 2014 ......... dan Para Korban
LEPINDO pun sekali lagi dipergunakan untuk TuJUAN PRIBADI
ICAL DAN PARTAINYA ! ) TIdakkah ini suatu PERMAIANAN KOTOR DARI " TIPU
DAGANG
atau "! MONKEY BUSINESS " nya ICAL dan GOLKAR ...?

2) ICAL Mengajukan Kredit sebesar 6OO milyrd Rp kpd PT BANK JATIM
( sedang diproces...). Suatu saat Ical tak sanggup atau cenderung dng
berbagai alasan
tak mau membayar kembali Kredit tsb .Sedangkan Jaminan Ical
terhadap Bank (berupa Lahan2) sudah lama dan masih teredam dibawah Lumpur
ICAL
(Lepindo )... , sedangkan Bank Jatim bisa saja setiap saat
terancam Bangkrut ( karena Resesi Ekonomi didunia dewasa kini - dan karena
para Peminjam Kredit
serta Perusahaan2 yg mendapat Kridit Bank Jatim tsb
miasalnya banyak yg bangkrut atau tidak sanggup membayar kembali Kredit tsb.
* Bank Jatim bisa dng demikian TERANCAM bangkrut pula.
* Dan apabila ini Terjadi maka , Kembali Pemerintah /BNI
harus melaksankan BAIL OUT bagi Bank Jatim ( persis seperti yg terjadi dng
Bank Century) .
Selanjutnya silahkan baca ulasan yg lebih mendetai dibawah
ini (kiriman Simpati MMS atau LINK YG TERLAMPIR diatas dan dibawah tulisan
ini )

3) * Pemenrintah /BNI Terpaksa menutupi kerugian Bank Jatim (
akibat banyaknya Kredit yg tidak dikembalikan pd Bank Jatim dan Certifikat2
Jaminan yg tidak
berharga dan atau yg Tanpa Jaminan / seperti "Jaminan
Kredit " Bakri Group atas Lahan2 yg begitu luas - tapi terbenam dibawah
Lumpur dan Tidak berfungsi ....
dan dng demikian Tidak mempunyai Nilai Ekonomi ....
sedangkan Jaminan Certifikat ICAL TIDAK LEBIH AKAN BERUPA " CERTIFIKAT/
sejumblah KERTAS2 yang
TERBEANM DALAM LUMPUR .....
* Ical bakalan puas Tersenyum lebar - Hutangnya pd Bank
Jatim akan dibayar oleh Pemerintah/ BNI . ICALPUN TERBEBASKAN Hutang
Kreditnya - dan MASALAH
HUTANG KREDIT ICAL dan AHUBUNGAN NYA DNG PEMERINTAH -
BISA DIATUR MELAUI JALUR POLITIS ( Hubungan Kepartaian) , MELALUI PEMERINTAH

DAN DPR NYA - melalui BNI , dll............. TOh
sementar itu ICAL sempat mengumpulkan Suara dari Rakyat yg PERCAYA kpd ICAL
DNG MITUS yang DIMEDIA KAN
bahwa ICAL adalah SEORANG PEJABAT POLITIK " Yang
Bijaksana dan Memikirkan Rakyat dan menggantĂ­ Kerugian dari Korban LEPINDO .
.. dan Yang sangat
memperhatikan kebutuhan Rakyat ,dll"........... BENAR2
ILMU TIKUSNYA YG KOTOR ITU nyata2 DITAMPILKAN ...... dan Mereka yg memIlih
GOLKAR DAN ICALNYA
SEBAGAI "PRESIDENNYA" ..... akan Termangu-manggu dng
Mulutnya yg ternganga .... (Bagaikan Manusia Pandir....yg tidak sadar bhw -
JIKA sampai terulang
KASUS BANK CENTURY , MAKA BNI/ PEMERINTAH TERPAKSA
HARUS MENUTUPI BEAYA BAIL OUT ( kali ini mennyangkut Bank Jatim...) , yang
Nota bene
Langsung tak langsung adalah JUGA SEBAGIAN UANG RAKYAT
YG JUGA DISMPAN DI BNI .......

DAN TIKUS2 POLITIK AMATIR pun yang sekaligus para PEDAGANG dari PARAT
PEDAGANG" GOLKAR akan tetap MELAKSANAKAN " ILMU TIKUSNYA " ...SEPRTI
SEMULA DIERA ORBA , disaat mana IA dilahirkan dibawah DYNASTY KEN AROK
SOEHARTO (dng Keturunannya tentunya) untuk tetap MENGHIDUPKAN BUDAYA
KKN - dan khususnya BUDAYA KORUPSINYA ....yang dewas ini dibei mantel
penutup yg dinamakan "ILMU TIKUS " sbg Dasar Idiologi Partai GOLKAR dan
Para DEDENGKOTNYA serta yang amat disyanghkan disupport oleh banyak para
Anggoutanya , yg juga mememakai kesempatan untuk kepentingan pribadi dan
karriernya masing2...... serta Monkey Business-nya sambil "BER- POLITICKING
....
Dan MASYARKAT BANGSA PUN sekarang bisa membayangkan bhw : DPR RI ini
praktis (sejak jaman ORBA) sampai sekarang - sebgaian besarnya dikuasi para
POLY- TIKUS AMATIR INI dari PARTAI KUNING ini.........
Oleh karenanya jangan heran Jika Pembentukan KPK - serta masalah HAM dan
sejenisnya selalu mengalami kemacetan dan atau Tidak dapat ( disengaja )
agar tidak dapat
bekerja dan menghasilkan Hasil yang semestinya dan yang diharapkan
Masyarakat ...........

TWO things are infinite (tidak terbatas) : THE UNIVERSE and THE HUMAN
STUPIDITY ..........and I´m not sure about the Universe ...... (Albert
Einstein)

Selamat sore dan Selamat Memilih ditahun 2014 dan selamat memikirkan Nasib
Bangsa dan Negara......
mrc


-------Original Message-------

From: Simpati MMS
Date: 25.4.2012 12:20:54
To: inti-net@yahoogroups.com
Subject: [inti-net] Perusahaan Bakrie Ajukan Kredit Rp. 600 Milyar ke Bank
Jatim, Untuk Bayar Korban Lumpur Lapindo


Surabaya Pagi, Sabtu 24 Maret 2012
Perusahaan Aburizal Bakrie Ajukan Kredit Rp. 600 Milyar ke Bank Jatim
Untuk membayar Korban Lumpur lapindo
(Bakal Muncul Kasus Bank Century ke 2 di Jatim)

SURABAYA- Setelah terungkap adanya sejumlah kasus di Bank Jatim, masih
ada lagi persoalan serius di bank yang dipimpin Hadi Sukrianto ini.
Diam-diam BUMD milik Pemprov Jatim ini tengah memproses kredit Rp 600
miliar yang diajukan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), perseroan milik
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Kredit PT Minarak diajukan
bukan untuk kegiatan produktif atau bisnis, melainkan untuk pelunasan
korban lumpur Lapindo.

Beberapa pejabat di Bank Jatim, mengatakan, pengajuan itu menyalahi SOP Bank
Mengingat, PT Minarak Lapindo Jaya, bukan perusahaan produksi, melainkan
jasa. Meski permohonan kredit semacam ini aneh, beberapa direksi memproses.
Diduga ada persekongkolan yang dapat merugikan keuangan Negara, karena
mayoritas saham Bank Jatim adalah Pemprov Jatim dan 38 pemerintah
kabupaten/kota se Jatim.

Sumber Surabaya Pagi di Bank Jatim, Jumat (23/3), mengungkapkan ada
makelar yang mencoba menghubungkan PT MLJ ke Bank Jatim. PT MLJ
merupakan anak perusahaan PT Lapindo (Bakrie Group). Sementara Bakrie
Group memiliki akses luas, baik di politik maupun bisnis, mengingat
Aburizal Bakrie juga menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Kabarnya sudah
diproses (Bank Jatim, red). Bagaimana follow upnya, Pak Hadi yang paling
tahu! ungkapnya.

Meski begitu, ada yang janggal dalam pengajuan kredit tersebut. Selain
dana tersebut untuk pembayaran korban Lapindo, jaminan yang disampaikan PT
MLJ, disintalir tidak jelas. Kabarnya, jaminan yang dipakai adalah ribuan
sertifikat tanah korban lumpur yang belum diambil di PT MLJ. Ini kan aneh.
Sertifikat ada. Tapi bangunan sudah diterjam lumpur Lapindo.
Dimana nilai ekonominya. Kalau Perusahaan Bakrie itu nunggak, apanya yang
disita, wong lahannya dikuasai lumpur kata sumber sambil ngakak, karena
pengajuan dinilai akal-akalan.

PT MLJ sebenarnya masih memiliki dana, tapi hanya sekitar Rp500 miliar.
Padahal, kebutuhan dana untuk pelunasan korban lumpur sekitar Rp1,2 triliun
Untuk melunasi pembayaran jual beli aset lumpur asal empat desa,
Renokenongo, Siring, Jatirejo dan Kedungbendo, PT MLJ butuh tambahan Rp 600
miliar. Kalau sampai di-acc, bisa menjadi kasus Century kedua, bebernya.

Bos PT Minarak Lapindo Jaya, Andi Darussalam Tabusala, tak menampik
kebenaran pengajuan kredit Rp 600 miliar itu ke Bank Jatim. Hanya saja dia
berkilah, bukan PT MLJ yang mengajukan, tetapi perusahaan di grup Bakrie.
Memang benar uangnya nanti akan dipergunakan untuk pembayaran warga. Tapi
yang mengajukan salah satu perusahaan grup," kata Andi saat di konfirmasi
Surabaya Pagi.

Sayangnya, Andi mengaku lupa, ketika ditanya lebih jauh tentang nama
perusahaan tersebut. Begitu juga ketika ditanya soal jaminan atau agunan
yang diapakai untuk pengajuan kredit ke Bank Jatim. Saya lupa, kilah Andi.

Sementara itu, warga Renokenongo, Kecamatan Porong yang tergabung dalam
Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagarekontrak), berharap sisa
ganti rugi itu bisa dilunasi hingga Juni 2012 mendatang. Dalam ganti rugi
ini, Sunarto tidak mau tahu bagaimana Lapindo mendapatkan uang untuk
membayar korban lumpur. Entah itu mengajukan dana di bank atau mendapat dana
talangan dari pemerintah. Yang penting korban lumpur terbayar, tandasnya.

Terpisah, Direktur Bank Jatim bidang kredit ritail, Partono, yang juga
penanggung jawab kredit Bank Jatim juga mengakui, PT Minarak Lapindo
Jaya pernah mengajukan kredit. Iya seingat saya tahun lalu (PT Minarak
Lapindo) pernah ada pengajuan kredit, ujar Partono.

Menurutnya, pengajuan kredit kepada Bank Jatim untuk korporasi atau
perusahaan ada syarat tersendiri. Syaratnya harus untuk tujuan
produktif, kata Partono. Apakah pengajuan dari PT MLJ produktif?
Partono mengaku tidak ingat. Kalau (kredit) untuk membayar ganti rugi
korban lumpur ya nggak bisa, sahutnya.

Untuk diketahui, PT Bank Jatim pada tahun 2011 lalu telah menyalurkan
kredit kepada masyarakat senilai Rp 16,13 triliun. Dengan rincian
Rp14,23 triliun disalurkan pada bidang usaha mikro dan kecil. Sedangkan
sisanya Rp 1,9 triliun disalurkan pada bidang usaha menengah dan korporasi
(perusahaan besar). Sedang target tahun 2012 ini, kredit yang disalurkan
sebesar 20 triliun.

Soal Selisih Laba

Dalam kesempatan lain, Direksi Bank Jatim mengklarifikasi berita yang
menyebut adanya selisih laba bersih tahun 2011. Selisih yang ditemukan
ada perbedaan antara data Bank Indonesia dengan hasil RUPS itu mencapai Rp
20 miliar. Data yang ada di Bank Indonesia itu laba yang belum diaudit atau
unaudited, jelas Eko Partono, Direktur Operasional Bank Jatim.

Ditambahkannya, laporan ke BI itu selalu belum diaudit karena dilakukan
secara berkala setiap tanggal 10. Setelah diaudit, maka ketemulah laba
bersih di angka Rp 860,23 miliar seperti yang kita jelaskan dalam release
hasil RUPS, tambah Eko. Untuk diketahui, dari data neraca keuangan Bank
Jatim resmi yang tercantum di Bank Indonesia, tercatat keuntungan Bank Jatim
atau laba bersih Rp 881,1 miliar. Sehingga muncul selisih Rp 20 miliar lebih


Meski begitu, Bank Jatim juga mengakui ada kelalaian dalam menuliskan
keseluruhan laba bersih Bank Jatim tahun 2011. Sebab, ada sisa laba
tahun 2010 sebesar Rp 20,3 miliar yang belum dimasukkan. Jadi tahun
2011 ini total laba bersih Bank Jatim adalah Rp 880,58 miliar, pungkas Eko
yang berjanji akan segera memperbaiki laporan laba bersih yang dilengkapi
sisa laba tahun 2010. n tim
http://www.surabayapagi.com/index
php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962c3c5e817dc3dc7f898cbffc35d23f20a
[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/

Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com


*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

ads

Ditulis Oleh : Gadget News and Reviews Hari: 05.51 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar