http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/10/ArticleHtmls/Diskusi-Irshad-Manji-Digeruduk-MMI-10052012006014.shtml?Mode=0
Diskusi Irshad Manji Digeruduk MMI
BANTUL
Acara diskusi di UGM juga dibatalkan.
Ratusan orang yang mengenakan atribut Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menyerbu diskusi buku tokoh feminis asal Kanada, Irshad Manji, kemarin. Dalam acara yang berlangsung di kantor Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) di Sorowajan, Banguntapan, Bantul, itu, massa memukuli peserta laki-laki dan perempuan.
"Kalian harus bubar, mana Irshad Manji," teriak sejumlah pengendara sepeda motor berjaket hitam dan memakai helm saat menyerang. Anggota MMI yang lain melemparkan batu dan menghajar beberapa peserta diskusi buku berjudul Allah, Liberty, and Love.
Selebaran berstempel MMI berisi penolakan kedatangan Irshad Manji di Indonesia juga ditebar di mana-mana. Ketua Pelaksana Harian Laskar MMI, Abu Haidar, mengatakan yang menyerbu tidak hanya kelompok, tapi juga elemen lain.
"Kami sudah meminta diskusi dibatalkan, mereka ngotot," ujar Abu.
Akibat serangan sekitar 15 menit itu, beberapa peserta terluka. Salah satunya Emely, asisten Irshad, yang menderita luka di lengan kanannya akibat dipukul. Kamera yang dia bawa hancur. Irshad juga sempat terkena pukulan. Kakinya terluka terkena pecahan beling. Dia mengaku syok atas penyerangan itu."This is violence, Islam is not about it (Ini kekerasan. Islam tidak seperti itu," ujar penulis asal Kanada itu.
Tidak ada upaya pencegahan terhadap aksi brutal ini. Tempo mendapati seorang petugas yang mengaku dari Kepolisian Sektor Banguntapan, Kabupaten Bantul. Dia tiba di kantor LKIS setelah massa MMI kabur. "Kami sesalkan, karena negara tidak hadir dalam kondisi ini," kata Direktur LKIS Farid Waljidi.
Penolakan kehadiran Irshad di Yogyakarta sudah terjadi sejak pagi. Irshad sedianya menjadi salah satu pembicara dalam diskusi yang diadakan Program Studi Agama dan Lintas Budaya di gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Diskusi ini dibatalkan Rektor UGM Sujarwaji dengan alasan keamanan.
Kepala Bidang Hubungan
Masyarakat UGM Wijayanti membantah tudingan telah melarang kedatangan Irshad.
Seminar dibatalkan karena malam sebelumnya, ratusan orang dari sejumlah ormas Islam dan Organisasi Mahasiswa Islam berdatangan. Mereka mendatangi rektorat meminta diskusi dibatalkan."Pertimbangan kami soal keamanan," kata Wijayanti.
Direktur Program Studi Agama dan Lintas Budaya Pascasarjana UGM Zainal Abidin Bagir menyesalkan pembatalan diskusi. Ia khawatir ancaman ancaman kecil dari pihak luar yang cenderung dibiarkan akan menjadi ancaman besar dan tidak bisa dikendalikan. "Sudah dua tahun ini UGM enggak punya lagi ruang untuk bicara," katanya.
Selain di UGM, diskusi serupa yang dijadwalkan di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, pukul 13.00 WIB, juga batal. Sebelumnya, diskusi yang sama di gedung Salihara, Jakarta, pada 4 Mei lalu, dibubarkan massa. ● PITO AGUSTIN RUDIANA | ADDI MAWAHIBUN
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/
Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*

0 komentar:
Posting Komentar