Ref: Bupati melaksanakan perintah, pemberi perintah berada di tempat lain, barangkali sasarannya harus ke sana.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/04/ArticleHtmls/Massa-Membakar-Kantor-Bupati-Mesuji-04052012005013.shtml?Mode=0
Massa Membakar Kantor Bupati Mesuji
LAMPUNG
Sekitar 200 orang yang diduga pendukung Ismail Ishak mengamuk dan membakar kantor Bupati Mesuji kemarin siang.
Massa juga merusak sekretariat kabupaten dan markas Satuan Polisi Pamong Praja, yang berada dalam satu kompleks perkantoran bupati.
Mereka memprotes keputusan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang memecat Ismail sebagai Wakil Bupati Mesuji. "Kalau memang mau dipecat, kenapa harus dilantik?"ujar Nurhamid, salah satu warga yang mengaku pendukung Ismail. "Pemecatan itu tidak sah dan menerabas hukum,"kata dia.
Ismail Ishak bersama bupati terpilih, Khamamik, dilantik pada 13 April lalu di Lembaga Pemasyarakatan Menggala, Tulang Bawang, Lampung. Saat itu Ismail sedang menjalani hukuman 1,5 tahun karena kasus korupsi dana badan usaha milik daerah Kabupaten Tulang Bawang.
Pada 24 April 2012, Menteri Dalam Negeri memberhentikan Ismail dengan dalih sudah terbukti tersangkut hukum. Khamamik dan Ismail terpilih pada September 2011 sebagai Bupati Mesuji pertama.
Rupanya, pendukung Ismail tidak terima dan marah.
Mereka menduduki perkantoran pemerintah sejak Senin, 30 April. Dengan membawa senjata berbagai rupa, seperti parang dan pentungan, massa meminta Ismail yang juga anggota DPRD Tulang Bawang tersebut tetap menjadi wakil bupati.
Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Abidin Pagaralam mengatakan pemberhentian Ismail sudah final. "Menurut aturan yang berlaku, jika telah menjadi terpidana korupsi, langsung diberhentikan,"katanya.
Zainal menilai aparat kurang tanggap mengantisipasi kemarahan massa. "Mereka menduduki kantor selama empat hari, aktivitas lumpuh dan pegawai ketakutan, tapi polisi diam saja. Aparat datang setelah api berkobar dan semua fasilitas rusak," ujarnya.
Juru bicara Polda Lampung, Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih, menjelaskan, jajarannya sudah menjalankan tindakan sesuai dengan prosedur. Upaya yang dilakukan antara lain mengajak warga berdialog. "Kami berupaya tidak ada korban jiwa. Semuanya sudah terkendali,"katanya.
Sedangkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek, menyesalkan aksi perusakan kantor pemerintahan daerah itu.
Menurut dia, pemecatan Ismail sudah sesuai dengan aturan. "Secara hukum, tak ada alasan untuk tidak memberhentikannya," ujar Reydonnyzar.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto juga menyayangkan aksi massa tersebut. "Gedung itu dari uang rakyat juga."● NUROCHMAN AR
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/
Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*

0 komentar:
Posting Komentar