Kamis, 03 Mei 2012

[inti-net] PT Kereta Api Batalkan Aturan Pembatasan Penumpang

 

Jum'at, 04 Mei 2012 | 08:33 WIB



PT Kereta Api Batalkan Aturan Pembatasan Penumpang
TEMPO.CO, Tangerang — PT Kereta Api Indonesia membatalkan aturan pembatasan penumpang, setelah adanya protes ratusan orang dengan cara menyandera kereta api. Penghadangan dan penyanderaan itu terjadi ketika kereta melintas di sejumlah stasiun jalur Rangkas Bitung-Serpong-Kota kemarin.

Akibat tindakan ini, kereta diesel yang biasanya melintas mulai pukul 06.00 tak beroperasi hingga pukul 09.00. "Jika aturan ini tetap dijalankan, kami terus menghadang," kata Samsul Bahri, salah seorang penumpang kereta di Stasiun Parung Panjang, Kabupaten Bogor. (Baca: Alasan Penumpang Sandera Kereta Api di Tangerang)

Menurut dia, ribuan penumpang saban hari menggunakan transportasi ini. Apabila PT Kereta Api membuat aturan pembatasan jumlah penumpang, kata Samsul, mestinya mencarikan solusi bagi penumpang yang tidak terangkut kereta.

Mendapat protes keras, PT Kereta Api terpaksa membatalkan pembatasan penumpang. Mulai hari ini layanan kereta api kembali seperti semula. "Kebijakan itu langsung kami batalkan sejak hari ini (kemarin)," kata juru bicara PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional I, Mateta Rizalulhaq.

Mateta membantah kebijakan tersebut diterapkan tanpa kajian dan sosialisasi. Menurut Mateta, sebenarnya ini dilaksanakan demi keselamatan penumpang. "Banyak spanduk kami pasang di sejumlah stasiun," katanya.

Sosialisasi itu pun dilakukan sejak tiga bulan lalu dan berjalan lancar tanpa kendala. »Sejak Februari akan kami berlakukan, tapi baru dapat dilaksanakan Mei demi kapasitas maksimal," kata Mateta sembari menambahkan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas mengancam keselamatan orang banyak.

Rute kereta Merak-Rangkas Bitung-Serpong-Kota merupakan jalur padat penumpang. Jumlah penumpang per hari pulang-pergi di jalur itu mencapai 25-30 ribu orang. Sedangkan kereta api yang beroperasi tiap hari hanya 32 kereta, melintasi sebanyak 11 stasiun.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia, Sugeng Priyono, menambahkan bahwa tujuan penghentian kereta api di stasiun tertentu adalah untuk membatasi jumlah penumpang. Sekarang ini jumlah penumpang sudah mencapai 200 persen dari kapasitas dan tidak bisa ditambah lagi. »Harus diatur kapasitas penumpangnya agar tidak membahayakan penumpang sendiri," kata Sugeng.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/

Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com


*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

ads

Ditulis Oleh : Gadget News and Reviews Hari: 19.08 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar